04 January 2012

Petualangan di Amsterdam bersama Rurie Van Sark dan I Ayu Utami : babak dua Flower Market dan The Dam Square << Belanda 7-16 September 2011

(masih) Hari kesembilan : 15 September 2011, Kamis

Ini lanjutan jalan-jalan kami bertiga,
setelah naik trem, ke pasar loak, melewati kanal, baca di sini ceritanya....
mari kita lanjutkan perjalanan menarik di Amsterdam

saya menemukan restauran, SAM***NA Asli Indonesian Cuisine
papan menunya tertulis demikian LUNCH SPECIAL, lalu tertulislah menunya
Piring Sate Siang 16.5 euro, Piring Tahu Bali 16.5 euro, Piring biasa 9.5 euro, Rysttafel Kecil 24.5 euro, Sate Ayam 6.9 euro, Sate Kambing 8.7 euro
mendadak lapar....
tapi mimik muka Rurie dan mbak Ayu sangat mengerikan, qiqiiii....
"SSShhh.... itu tipu-tipu... gak Indonesia banget"
terpaksalah lapar ditahan... ah jadi inget ibuku,
kalau saya nganter beliau ke pasar dan ingin makan,
mimiknya sama mengerikannya tapi lebih kejam menghambat rasa lapar saya "SSshhh jajanan !!! Gak ilok"

setelah itu...
saya melewati pasar bunga...
sudah saya tulis berulangkali, kalau orang Belanda sangat menghargai bunga
selalu ada tempat menjual bunga segar,
kalau berkunjung ke rumah orang... bunga adalah hal yang biasa digunakan sebagai buah tangan....
(saya jadi berpikir... berapa vas bunga ya yang saya miliki di rumah?... berapa sering diisi bunga? hehehe... jawabannya 1 vas dan dipenuhi crayon bekas, pensil warna bekas, spidol anak-anak.. kumuh)
itu cabai kuning, kecil2 cabainya, kakaknya cabai rawit lahh kalau di Indonesia... indah ya
dan itu kumpulan kaktus...
nah kalau ini mah ada banyak di Indonesia... kayak dijual di Puncak
selain bunganya, juga dijual akar atau umbi2an...
akar/umbi ini nanti ditanam dan tumbuh menjadi bunga
selain itu banyak juga dijual bunga potong untuk di masukkan vas... (jadi ingat tumpukan crayon, pensil warna dan spidol dalam vas di rumah... ckckck... salah tempat)

Saya juga membeli umbi,
mengobati kecewa karena salah waktu kedatangan.... mana mungkin bunga tulip berbunga di musim dingin gitu...
jadi kata Rurie dan mbak Ayu... umbi tulip ini harus disimpan di freezer sampai sekitar bulan Februari 2012, lalu ditanam... nanti kan tumbuh dan saya melihat tulip Belanda di negeri saya sendiri...
itu katanya....
jadi saya tertarik mencoba percobaan yang katanya ada yang berhasil menipu umbi tulip ini, seolah-olah dia mengalami siklus musim salju musim dingi lalu saat nanti di tanam dia berpikir ini sudah mau musim semi... lalu berbunga
dan saya bawa ke Indonesia serta dengan semangat memasukkannya ke freezer.... eh ya siapa tahu...
tempat beli umbi tulip
Lalu, mengadopsi kebudayaan Belanda,
saya bawakan ibu kos anakku anggrek biru... yang berulang kali ditatapnya waktu kita jalan-jalan ke Intratuin waktu itu...
katanya ingin beli untuk di rumah, tapi kok mahal.... (baca di sini ceritanya ya)
nah saya belinya juga nimbang hal yang sama, tapi lebih kepada... ah kalau di kurs ke rupiah ya beneran mahal
tapi menyenangkan orang jauh lebih prioritas...
membayangkan senyum ibu Yatie pasti lebih berhaarga daripada saya menimbang2 harga anggrek biru ini dan menggantikannya dengan anggrek putih yang lebih murah misalnya.... no way...
berharga sekali 22 euro untuk hal ini....
bungkuuuussss....
setelah dipacking dengan kertas menutupi sekujur tubuh si anggrek.... saya tersenyum
puas rasanya memberikan yang terbaik untuk orang yang akan menjadi pengganti saya untuk si Sulung selama di Belanda....
tapi *tepok jidat*
jiiiaaaahhh.... ribet deh ih membawanya....
menyesal tidak membawa tas polkadot yang kemarin di beli di Utrecht... (ceritanya bisa di baca di sini)
Rurie pun menjadi sering bilang "I told you so"
saking sebenarnya saya sudah janji sama dia  mau bawa tas itu... tapi urung karena anak saya memohon-mohon..."Please jangan bu... malu-maluin negara aja"

Lalu dengan berjalan santai dan perlahan,
sampai juga saya di tempat makan yang biasanya tempat para gay bertemu...
saya minta Rurie dan mbak Ayu berpose di latar depan... dimana di belakangnya sana banyak gay hang around (sayang agak buram ya bagian latar belakangnya...)
asli saya tahu kalian gak gay ya guide ku tersayang... ini hanya untuk kepentingan blog saya ya..
terimakasih.. hihihiiii habisnya pose mereka sangat wajar
dan menunjukkan keakraban juga sih... :) peace girls....

jalan-jalannya diteruskan ke Dam Square...

Dam Square itu pusat kotanya lah gitu...
saya foto depan trem nya di sini...
terus juga foto di depan Royal Palace tempat yang banyak merpatinya... 
yang hampir saja barang bawaan kita mau di curi preman-preman di situ...
untung mbak Ayu lebih preman dari mereka... hehehe, itu tas dipegang erat sama mbak Ayu saat saya foto2an sama Rurie


terus foto juga depan musium Madame Tussaud


kita cuma mlipir doang... hehehe, gak masuk ke dalamnya...
ya karena waktunya sangat terbatas untuk ke semua tempat...
yang menjadi batal adalah ke rumahnya Anne Frank
saya gak tau pertimbangan guide saya yang cantik-cantik itu...mungkin gak searah sama rute jalan-jalannya kali ya...
but... yang sudah dijalani saja, yang ada aja saya rasa di luar mimpi saya sebelumnya...
beyond my expectation

bisa foto sama sekumpulan merpati... hedehhhh.... romantis pisan,
dipoto saat merpatinya mengepak... huuuu itu mimpi saya tu... sekarang jadi kenyataan...



kalau lihat foto dengan merpati ini,
bener-bener deh.... mimpi menjadi nyata...
so many timessaya sudah memikirkan ini,
sejak lihat foto bapak ibuku waktu ke Eropa kira-kira 28 tahun yang lalu,
lalu nonton film2 roman yang kekasih hati ketemuan di lapangan penuh merpati gitu... halah apa ya judulnya...
terus yang heboh adalah Home Alone,
pas yang ada burung merpati banyak banget, di tengah kota saat salju turun... hedeeehhhh...
pengen bangeddd saya degan merpati yang banyak itu.... :p
so... bisa dengan sekumpulan merpati adalah nyata benar
this was dream come true....

oiya... ini pengakuan jujur Rurie dan mbak Ayu,
mereka heran...kalau saya lebih ingin ke pasar loak daripada tempat mewah untuk beli tas bermerek..
yaaa bagaimana ya...
saya ingin mengalami semuanya yang bisa dialami... ke tempat mewah mah oke-oke juga,
tapi kalau beli tas branded.. saya tahu saya akan ribet masalah memawanya... hehehe,
bagasi Malaysian Airlines definitely minim hehehe... 20 kg???? hhhmm... tantangan deh kalau gini
jadi,
saya potret aja deh di depannya.... toko barang branded...
De Bijenkorf... jaringan supermarket yang dibangun  oleh  Simmon Philip Goudsmit 
macam Grand Indonesia atau Plaza Indonesia nya Jakarta gitu deh....
yang ternyata setelah berpose di depannya, saya diajak masuk melewatinya menuju distrik lampu merah
tempat petualangan selanjutnya.....


saya bilang sama Rurie,
kalau saya di foto Rurie nanti... someday... saya mau foto boudoir,
propertinya bukan dengan barang branded semacam Gucci
mending Gentong, hahaha....
Gucci vs Gentong
contoh Rurie sesi foto boudoir bisa di lihat di sini...bayangkan seluruh tubuh saya di sembunyikan penampakannya dengan Gentong... pasti lebih menggungah selera... hahahaha...

Baiklah...
cerita akan dilanjutkan ketika saya dan para angels saya menyusuri lorong-lorong di Amsterdam yang terkenal sebagai Red Light District...
yang kata Rurie... siapkan bathin, mental dan pikiran ya mbak...
jadi penasaran...Apaan? Apaan sih????

No comments:

Post a Comment