17 January 2012

Pengalaman Mengikuti Sidang Tilang

Akhirnya kok ngalamin juga sidang tilang..


Ini sambungan cerita waktu belanja di toko Ani
karena salah parkir, ban mobil nyaris digembok
untungnya saat mereka sedang ribet mau gembok,
ucluk-ucluk-ucluk,, "pak.. ini mobil saya"
gitu deh... sebagai ganti gembok dibuka, saya di tilang

menunggu waktu sidang, 10 hari setelah kejadian
saya bertanya pada banyak orang, kiranya saya akan di denda berapa...
saya tulis status di akun Facebook saya, minta saran....
yaaah namanya pengalaman pertama... mana gelap lagi...
temen-temen banyak becandanya sih, bawa cupcake lah, qiqiqiii....

saya nyaris dandan rapi,
serius mikir kalau akan sidang kayak sidang-sidang yang di tipi-tipi itu
ada hakim, jaksa, pengacara...
untuk menghormati lembaga pengadilan dan bapak pulisi yang nilang saya,
saya mau pake blazer dengan sepatu hak tinggi dan full parfum
untung... temen saya bilang,
kayaknya gak gitu-gitu amet deh....
sekalian aja kondean.... qiqiqiqiii...
temen saya ini suaminya petinggi polisi di suatu daerah... jadi saya percaya lah sama dia
saya pakai baju kasual saja, pakai kaos berkerah

waktu saya datang ke sana, tertulis di surat tilang saya sidang pk 10.00
saya usahakan sampai pk 09.00
takut kalau telat entar malah ditilang lagi, wkakakakkkkk....
mendekati gedung pengadilan... banyak sekali orang-orang melambai-lambaikan surat tilang
menunjuk suatu area persis di sebelah gedung pengadilan...
mereka adalah calo
yang niatnya memperlancar urusan sidang tilang ini....

agak panik juga lihat serangan mereka mengarahkan kita untuk ke arah yang mereka tunjuk
tapi saya sudah bertekad mau menikmati pengalaman ini
jadi biar lama saya akan jabanin deh,
kan di persepsi saya berurusan dengan aparat pemerintahan pasti lama, birokratis, kadang juga sogok sana sogok sini... jadi saya serius bener hari itu mau aja dilama-lamain, saya bawa banyak buku bacaan
bahkan kalau harus nyogok ya sudah siap uang lebih...
itu kan karena pengalaman yang ada di benak saya...
tapi saya mau tidak mencoba berhubungan dengan calo

saya turun agak jauh dari gedung pengadilan, menjauhi para calo
langsung masuk gedung pengadilan
langsung menuju lantai 2
langsung masuk tempat untuk menukarkan surat tilang dengan nomor urut untuk menunggu,
langsung beranjak ke tempat SIM ditebus...
membayar Rp 100.000,- langsung SIM dapet lagi...

dari masuk gerbang pengadilan sampai dapet SIM lagi,
semua diselesaikan dalam waktu (asli, sumpe asli) 5 menit saja !!!
mungkin karena sepi... tapi tadi banyak juga yang lagi nunggu...
gak tau nunggu apa, mungkin yang memakai jasa calo kali ya..

persepsi saya salah kalau begini
ini gak belibet, cepat dan gak pake nyogok tu...
kata temen saya...
"kasihan juga citra polisi ya, di uyek-uyek calo"
menurut saya karena memang sebagian besar penduduk Indonesia punya persepsi sama kayak saya
gak nyaman lah berhubungan dengan aparat,
bukan hanya aparat Pemda, terutama Polisi atau anggota TNI... punya senjata booo...
sebisa mungkin, kalau perlu aja lah berhubungan dengan aparat...
tatuddd...

joke nya jadi gini,
"polisi tidur aja ganggu, apalagi berdiri"
qeqeqeqqq....

thratthaaaa...
asli ini hanya memakan waktu 5 menit....
sudah lah... kalau bisa sendiri, kenapa pakai calo
kita siap diri saja,
biar lama biar belibet (misalnya lho itu... walau di sidang tilang saya gak lama gak belibet) tekadkan saja kita ikuti prosedurnya
mengurangi berkembangnya calo
mengurangi kebiasaan sogok sana sogok sini

saya bersyukur, sidang silang ini saya jalani dengan mulus....
saya bersyukur, saya mandiri dan percaya diri gak pake calo dan hasilnya memuaskan

.

No comments:

Post a Comment