17 September 2012

Anak IPS ku Buat Robot di Enschede Belanda

Ini robot buatan si Sulung,


dipamerkan di Gogbot,

hari-hari terakhir menjelang Gogbot ini,
Sulung berulangkali berkeluh kesah tentang koordinasi diantara tim nya
dia baru menemukan...
bahwa orang sana kalau hari Sabtu atau Minggu betul-betul istirahat dari segala tugas
termasuk tugas sekolah/kuliah
dua hari itu dipakai untuk rileks dan santai
sedangkan anakku....
dengan kebiasaan Indonesianya.... kalau deadline-nya Senin ya dikerjakanlah sampai Minggu malam
hehehe...
dan berbenturanlah Sulung dengan kebiasaan di sana
dan akhirnya dia lah yang bekerja sendiri di akhir minggu menyelesaikan robot untuk mengejar deadline...



ini memang hasil kerja kelompok
tetap saya bangga pada pencapaian Sulung ku....
memang tempatnya kuliah sering menghasilkan karya-karya seperti ini
tetap saya bangga pada pencapain Sulung ku
saya hormat pada dia...



anakku merendah...
jangan bilang-bilanglah bu..
ini amatiran
nanti kalau sudah buat sesuatu yang besar saja baru ibu ribut...
ah tetap ya nak....
ibu bangga pada yang kamu bilang amatiran ini....

membuat saya flashback....

mengenang saat dia berjuang untuk banding
setelah dijuruskan ke IPS bukan IPA seperti keinginannya...

saya ingat...
perlu dua hari untuk menunggu Kepala Sekolah nya mau menemui kami
saat itu saya sakit
berangkat pagi, dengan suami dan Sulung.... karena sakit saya tertidur di mobil
dan dijemput Sulung untuk menunggu di depan kantor KepSek ketika bagian TU bilang Pater mau hadir sebentar lagi
kami menunggu dari pagi pk 07.00 sampai pk 14.00....
dan kami bertiga tidak berhasil menemui Pater Bas... KepSek nya waktu itu...

hari kedua...
suamiku tidak bisa minta ijin kerja...
tinggal saya dan Sulung ku
badan saya masih lemah, saya masih demam
saya tertidur di bangku dekat ruang Kepala Sekolah
tatapan mata Sulung ku berbeda...
dari anak yang masih egois,
kali itu saya melihat kalau anakku mulai belajar memperhatikan orang lain
hari itu, dia sangat care pada saya....
kadang saya di rangkul, disenderkan kepala saya pada bahunya

waktu bertemu Kepala Sekolah....
banding kami ditolak....
nilainya sangat tipis bedanya untuk masuk IPA
tapi dikhawatirkan nanti malah tidak sukses di IPA
mungkin ditenggarai ini lebih kepada masalah sikap

hasil tes psikologinya waktu itu dia cocok masuk IPA,
itu analisa kolega saya.....
saya pribadi sebagai ibu dan psikolog, tahu sebenarnya dia mampu,
nilai tes kecerdasannya saya tahu
saya saksinya bagaimana dia mendapatkan nilai-nilai yang baik selama SD dan SMP
hhhmmmm SMA....
mungkin sedikit terlena
masuk ke sekolah yang dia idam-idamkan
dia pikir sudah berada di zona aman....
lupa melipat gandakan usaha untuk mendapatkan nilai yang maksimal

mungkin dia sedih juga lihat ibunya menerima 'nasehat' panjang lebar dari Kepsek nya
ya mungkin saya kurang menekan anak saya untuk mengerahkan semua daya upayanya agar bisa mendapatkan nilai yang cocok kriteria untuk masuk IPA...
mungkin dia tidak terima waktu Kepsek nya mencoba mencarikan solusi...
ahli komputer yang sesuai dengan keadaan Sulung adalah sebagai operator,
itu juga bisa dicapai kalau IPS
jadi terlalu jauh mungkin kalau berpikir untuk menciptakan game atau software yang dari hasil rapotnya kurang memungkinkan buktinya

penawarannya waktu itu adalah.... silakan cari sekolah lain jika tetap ingin IPA
saya sedih juga mendengar tawarannya
ini namanya berada dalam sistem
kadang tidak setuju tetapi ada pertimbangan lain yang dipikirkan
buat saya... kalau Sulung pindah sekolah, saya kurang mengajarkan nilai-nilai adaptasi, flesibel,
saya juga merasa kalau pindah sekolah (walau betul itu solusi) tapi seperti melarikan diri dari kegagalan
saya inginnya dia menghadapi kegagalan itu, bangkit... berjuang....
tapi kalau akhirnya waktu itu Sulung memutuskan pindah sekolah pun,
apa boleh buat... itu keputusannya...

dan dia ingin tetap menjadi Canisian...

dia berusaha menerima keputusan itu
pulang badan saya semakin terasa lemas... seperti kalah perang
sakitnya bertubi-tubi... secara fisik dan hati...
saya merasa tidak bisa membantunya banding... sedih juga memandangnya

tapi saya senang saya berjalan dirangkul Sulung
rasanya kejadian itu membuat lebih dekat, walaupun....
di taxi saya perhatikan.... Sulung ku terpukul...

sepanjang 2 tahun ke depan setelah hari itu
up and down emotional tension kami rasakan
Sulung ku belajar menerima kenyataan kalau cita-citanya ingin menjadi ahli komputer pupus karena masuk IPS....
walau saya bilang.... nanti saat SNMPTN ambillah kesempatan yang bisa memilih jalur IPA dan IPS
cobalah untuk masuk jurusan Komputer di Universitas mana pun yang dia mau...
tapi....
pilihan ini perlu lebih ikhlas untuk mempersiapkannya...
dia tinggalkan peluang itu...
nilai-nilainya juga turun naik... tidak stabil..

dia IPS tapi dia gak suka masuk Hukum,
juga Ekonomi
nilainya bagus untuk Geografi dan Antropologi
tapi dia belum tahu harus bagaimana di kedua bidang itu?

susah nian mendampingi remaja yang ada dalam posisi Sulung ku itu
saya harus mengatur kapan saya tegas kapan saya ikuti keinginannya
bertengkar... ya sering....
kalau tidak dengan saya, ibunya
kadang dengan ayahnya.... suami saya kadang juga bingung harus bagaimana menghadapinya

kami hanya ingin,
Sulung jangan patah semangat
jangan menyalahkan lingkungan karena kegagalannya

bangkit dan optimis
percaya diri
gagal dan sukses adalah karena kita sendiri

dimulai sejak mendapat surat penerimaan dari Universitas Twente, Belanda
sampai mendapatkan kartu mahasiswanya
saya tahu.... anak saya ini dengan caranya sendiri adalah anak yang berkemauan keras,
ia bisa bangkit...
ia mau berjuang....


saya juga terkagum-kagum dengan jalan hidupnya
di negara orang
belajar sendiri fisika dasar
pelajaran yang tidak didapatinya saat sekolah dulu
tapi mau tak mau dia harus paham listrik, gelombang elektro magnet dan segalanya
karena dia kuliah di fakultas Elektronik

andai saya berada di tempatnya...
memasang batere ke dalam senter saja tidak membuatnya bisa menyala,
apalagi merakit banyak jaringan dan kabel-kabel untuk menggerakkan robot
menangis bombay lah saya...
fisika booo..... *daripada saya harus menguasai fisika, saya pilih, saya kuasai saja sarjana fisika nya hehehe... suami saya....

keteguhan hatinya... membantunya bertahan
anak IPS
kuliah di Fakultas Elektro
gak dapet Fisika selama sekolah menengahnya dulu...
eh harus buat robot
di negeri yang jauh dari teman dan sanak saudara
di negeri yang berbahasa bukan bahasa ibu
asli... kalau saya keriting deh...

saya pasang foto robotnya sebagai display picture di BB saya
saya bangga dengannya

jika foto itu tersebar sampai ke Kepala Sekolah SMAnya saat ini....
saya tidak bisa menghentikannya
saya bersyukur dan memaknainya sebagai bentuk penghargaaan
terima kasih kepada ibu Esti Birowo yang mengupayakan hal ini

ibu Esti itu teman seperjuangan
putranya sahabat Sulung saya
sama-sama kuliah di Belanda
saya dan ibu Esti saling menguatkan
kalau beliau kangen pada Dityo.... dan cerita pada saya
saya bisa ikut ingin menangis
Dityo itu sayang sekali dengan ibunya juga dengan bapak dan kedua adiknya
jadi merupakan suatu perjuangan bagi ibu Esti untuk menekan rasa rindu pada putranya....

courtesy Ibu Esti Birowo

Pater Heru Hendarto SJ adalah Kepala Sekolah saat Sulung menyelesaikan sekolahnya
dan mengantarkannya kuliah ke luar negeri dengan misa ....

3 Agustus 2011
Misa untuk siswa Kanisius yang akan bersekolah di luar negeri
dipimpin Pater Heru
Sulung ku membaca Bacaan Pertama

sekarang beliau masih sebagai Kepala Sekolah di SMA Kolese Kanisius
ibu Esti memberitahu pater tentang robot yag dibuat Sulungku,


kepada Pater Heru... saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan doanya untuk Sulung saya...
mohon doanya terus agar dia lancar dan dipermudah jalannya, sehingga mampu menyelesaikan kuliahnya dalam waktu yang diharapkan....
serta kembali dan berkarya untuk lebih banyak orang lagi, untuk masyarakat dan bangsanya

seperti tema saat malam kelulusannya dulu....
FOR THE PROMISING INDONESIA



semoga kamu tetap nyaman
realisasikan mimpimu dengan sepenuh hati...
ibu bapak dukung passion mu di bidang ini...
tidak peduli jurusan apa saat sekolah SMA dulu
yang jelas kamu bisa melewati semua kerikil di depanmu..
percaya Tuhan itu tidak tidur, Dia melihat apa yang kamu usahakan

semua itu indah pada waktunya....


No comments:

Post a Comment